• a
  • b
  • 3
  • 4

Sabtu, 30 Oktober 2010

berdoa untuk indonesia

entahlah semenjak kehilangan sosok perkasa seperti alm. mbah maridjan, Ibu pertiwi menangis sendu melihat indonesia
rasanya semakin prihatin dengan indonesia
dulu orang bilang kalau orang indonesia semua ramah dari sabang sampai merauke
tapi milenium ini kayanya udah ganti deh
dari sabang sampai merauke penuh sama darah pertikaian yang sepele pangkalnya
apakah sumpah pemuda itu sudah hilang?
apakah darah pemuda indonesia untuk menenggelamkan semua pulau di indonesia?
rasanya tidak, kita semua prihatin dengan kejadiaan anarkis yang terjadi di televisi
mana tahan lihat sesama bangsa, sesama bahasa saling menumpahkan darah indonesia

belum selesai dengan kejadian kekerasan antar suku, Ibu Pertiwi menangis kembali, semua kekayaan alam indonesia mulai dihapuskan dengan berbagai macam bencana, semua potensi indonesia hilang dengan hanyutnya rasa kebudayaan, pelestarian dan rasa memiliki dan digantikan dengan rasa rakus dan selalu lapar.
sepertinya hanya di indonesia yang memiliki Ibu Kota yang menyerupai kolam manusia, semua tumpah menyalahkan lainnya, padahal semua adalah kesalahan bersama, ya saya juga merasa salah belum bisa berbuat apapa, andai suatu hari ditemukan alat pemulih keadaan dengan nama saya diatasnya, tapi itu mana mungkin bisa terjadi instant

inilah carut marut keadaan Negara Kesayangan Kita semua, atau mungkin kesayangan orang-orang yang memang paham arti sayang sesungguhnya dengan menjaga selalu INDONESIA

keinginan terbesar saat ini:
remaja-remaja mampu menghapus air mata IBU PERTIWI
pertanyaan terbesar saat ini:
apakah saya atau semuanya mampu menghapus air mata IBU PERTIWI
jawaban terbesar saat ini:
bisa, andaikan dari sabang sampai merauke memiliki hati yang satu, cinta IBU PERTIWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar